Hadist tentang Terorisme Lengkap
APA BENAR ADA HADIST-HADIST RASULULLAH TENTANG TERORISME ?
Ekstrimisme dan terorisme telah menelan banyak kerugian. Di satu sisi, mereka telah menciptakan semacam keraguan tentang Islam dan ajarannya. Di sisi lain, kerja mereka adalah membunuh banyak nyawa serta menghancurkan pasilitas umum. Damai dan suasana harmonis akan menciptakan kemakmuran, kemajuan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Sedangkan kekerasan dan kekacauan akan menciptakan ketidakseimbangan dan kehancuran, Karena alasan inilah, Rasulullah Saw. telah menghalangi semua kesempatan dan pintu kemungkinan masuknya bencana itu semua.
Menurut hadits Rasulullah SAW. bahwa Khawârij akan nampak sangat beragama. Mereka terlihat terus-menerus melakukan sholat, puasa, serta ibadah-ibadah lain lebih dari ummat Islam pada umumnya. Mereka kelihatan lebih kaku memahami hukum Islam.
Rasûlullâh SAW bersabda, :
Ekstrimisme dan terorisme telah menelan banyak kerugian. Di satu sisi, mereka telah menciptakan semacam keraguan tentang Islam dan ajarannya. Di sisi lain, kerja mereka adalah membunuh banyak nyawa serta menghancurkan pasilitas umum. Damai dan suasana harmonis akan menciptakan kemakmuran, kemajuan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Sedangkan kekerasan dan kekacauan akan menciptakan ketidakseimbangan dan kehancuran, Karena alasan inilah, Rasulullah Saw. telah menghalangi semua kesempatan dan pintu kemungkinan masuknya bencana itu semua.
Rasulullah Saw. bersabda,
“Berhati-hatilah kalian dari sikap ekstrim dalam beragama, (karena) sesungguhnya sikap seperti itulah yang telah menghancurkan umat sebelum kalian.”
Ajaran Rasulullah SAW dapat melihat urusan manusia hingga Hari Kiamat, hingga beliau mengisyaratkan akan adanya terorisme yang mengatasnamakan agama. Oleh sebab itu, beliau tidak hanya membedakan jihad dengan pembunuhan. Bahkan beliau memperingatkan ummat Islam akan adanya aktivitas pembunuhan yang mengatasnamakan jihad membela agama. Rasulullah SAW. menjelaskan secara tegas aktivitas dan simbol mereka yang acapkali mengaku sebagai Mujâhidûn ini. Maka ciri-ciri yang diperlihatkan Rasûlullâh ini menyingkirkan semua keraguan yang ada pada ummat Islam, hingga mereka tidak akan mudah tertipu oleh tampilan keshalihan, dan bacaan al-Quran mereka.
Menurut hadits Rasulullah SAW. bahwa Khawârij akan nampak sangat beragama. Mereka terlihat terus-menerus melakukan sholat, puasa, serta ibadah-ibadah lain lebih dari ummat Islam pada umumnya. Mereka kelihatan lebih kaku memahami hukum Islam.
“ Sesungguhnya akan keluar dari keturunan laki-laki ini suatu kaum yang membaca Kitabullah dengan fasih, tetapi hanya sebatas di kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama (Islam) seperti anak panah yang melesat dari busurnya. ”
Menurut ciri-ciri yang dijelaskan dalam hadits, orang pertama yang menolak Rasululullah SAW adalah ‘Abdullâh bin Dzî al-Khuwaisi al-Tamîmî , pemimpin aliran keras, dia memiliki tanda sujud di wajahnya, serta tanda-tanda ibadah yang lainnya, memiliki janggut yang tebal dan kasar. Zaid bin Wahab al-Juhanî dilaporkan bahwa ia sebelumnya adalah salah satu prajurit yang bergabung dengan ‘Alî. Âlî bin AbîThâlib r.a. berkata,
“Wahai manusia, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ”Akan keluar suatu kaum dari umatku yang membaca al-Quran yang bacaan kalian belum seberapa, bila dibandingkan dengan bacaan mereka. Demikian juga shalat kalian belum seberapa, bila dibandingkan dengan shalat mereka. Demikian juga shaum kalian belum seberapa, bila dibandingkan dengan shaum mereka. Mereka membaca al-Quran dan mengira bahwa al-Quran itu akan menjadi hujjah bagi mereka, padahal al-Quran melaknat mereka. Shalat mereka hanya sebatas di kerongkongan mereka saja. Mereka keluar dari Islam seperti anak panah yang melesat dari busurnya.”
Imâm al-Tirmidzî meriwayatkan hadits dari Ibnu Mas’ûd r.a.,
“Di akhir zaman akan muncul suatu kaum yang terdiri dari anak muda; dangkal pemikirannya; mereka membaca al-Qur`an tapi hanya sebatas di kerongkongan saja; mereka berkata dengan sebaik-baik perkataan manusia; mereka keluar dari Islam seperti melesatnya anak panah.”
Kata ahdâtsul asnân dan sufahâ’u al-ahlâm digunakan dalam dua hadits yang mengindikasikan bahwa Khawârij itu bisa jadi orang - orang muda atau menggunakan orang muda untuk mewujudkan tujuan-tujuan jahat terorisme.
Sebelumnya >>>> Alquran benar dalam Mengoreksi Alkitab
