-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Bersedekah Dalam Islam

Bagaimana Luasnya Samudera Sedekah ?


Umar bin Khattab, dalam salah satu doanya, berkata,”Ya Allah, jadikan dunia dalam genggaman tanganku namun jangan (sampai dia) mengendalikanku.” Harta dan kekuasaan yang berada dalam genggaman, di samping menyejahterakan hidup pemiliknya, juga dapat diarahkan untuk membangun kemaslahatan bagi umat. Adanya perhatian dan kasih sayang Allah Swt bagi hamba-hambanya yang dhuafa sebagaimana telah diuraikan di atas bukan berarti menutup jalan ikhtiar untuk merubah nasib dari pra sejahtera menjadi sangat sejahtera. Apalagi Rasul Saw telah mengingatkan,’Hampir saja kefakiran itu akan menyebabkan kekufuran.

Upaya memperbaiki tingkat kesejahteraan hidup dalam rangka memperkokoh keimanan dan meningkatkan kualitas takwa kepada Allah Swt merupakan sebuah keharusan bagi umat muslim yang masih tergolong mustahik. Selain bekerja keras secara halal semaksimal kemampuan (ketrampilan, keahlian) yang dimiliki, ada kiat lain yang dapat ditempuh untuk meraih kemakmuran yakni ‘Pancinglah rezekimu dengan sedekah’ (HR Baihaki).

Secara syariat sedekah berarti pemberian atau perlakuan yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara sukarela tanpa dibatasi oleh waktu maupun jumlah sebagai bentuk kebajikan dalam rangka mencari ridha Allah Swt (Nurrahman Effendi, 2008). Berdasarkan definisi tersebut, sedekah tidak terbatas pada hibah berupa uang dan sejenisnya namun meliputi juga pemberian jasa (bantuan, pertolongan) pada sesama mahluk. Sehingga bagi mereka yang tidak atau sangat terbatas keuangannya, bersedekah dapat dilakukan dengan cara-cara lain yang salah satunya pasti mampu mereka lakukan.

Abu Musa al-Asy’ari r.a meriwayatkan bahwa Rasul Saw bersabda,”Setiap muslim wajib sedekah.” Mereka bertanya,”Jika ia tidak punya?” Beliau bersabda,”Hendaklah ia beramal dengan tangannya. Dengan itu ia mendapatkan manfaat dan dapat bersedekah.” Para sahabat bertanya,”Jika ia tidak sanggup atau tidak mau melakukan?” Beliau bersabda,”Hendaklah ia membantu orang yang memerlukan dan meminta tolong.” Mereka bertanya lagi,”Jika ia tidak melakukan?” Beliau bersabda,”Hendaklah ia menyuruh dengan kebaikan atau hendaklah ia berkata dengan ma’ruf.” Mereka bertanya lagi,” Jika ia tidak melakukan?” Beliau bersabda,” Hendaklah ia menahan diri dari melakukan kejahatan, sebab baginya itu bernilai sedekah.” (HR Bukhari).

Ada begitu banyak kebaikan yang bisa dilakukan dalam upaya bersedekah ini dari hal-hal sederhana seperti menyingkirkan batu atau tangkai berduri yang dikuatirkan bisa melukai para pejalan kaki di jalanan umum, bertasbih-tahmid-takbir-tahlil, sampai dengan menentukan sikap dalam menghadapi para pemimpin negara. Langkah umat mengingkari pemimpin yang mungkar merupakan bentuk sedekah yang dapat mengantar pada keselamatan.

Balasan untuk sedekah dalam bentuk nominal sesuai QS Al-An’am, 6:160; paling sedikit adalah 10 kali lipat dari jumlah yang kita berikan dan bisa jauh lebih besar lagi sebagaimana tersurat dalam QS Al-Baqarah, 2:261 dimana Allah mengumpamakan sedekah ibarat sebutir benih yang akan tumbuh menjadi tujuh tangkai dan setiap tangkainya memunculkan seratus biji, bahkan Allah masih akan melipat-gandakan lagi bagi siapa yang Dia kehendaki.