Sebuah Penelitian Menegaskan Bahwa Shalat dapat Memperpanjang Umur
Apakah Benar Shalat dapat memperpanjang Umur ?. Bagaimana Manfaat Shalat Menurut Penilitian Ilmiah ?. Berikut Ulasan dari kami Islam Sampai Mati.
Banyak sekali ayat-ayat Alquran untuk memberitahu kita tentang pentingnya shalat. Sampai-sampai Rasullulah mengatakan bahwa amal yang paling penting dan yang lebih dicintai Allah adalah menunaikan Shalat pada waktunya. Baca >> QS. Surat Al Baqarah Ayat 1 sampai 5 dan terjemahan beserta penjelasannya.
Dalam Islam orang yang meninggalkan shlat dianggap Kafir. Sementara itu, dalam kondisi tertentu seseorang dikatakan fasik atau pendosa, apabila meninggalkan Shalat dengan mudah (Melalaikan Shalat) namun tak sampai mengingkarinya. Timbul satu pertanyaan lagi benarkah para ilmuwan nonmuslim mengungkap rahasia-rahasia dan manfaat-manfaat dalam mendirikan shalat ?
Dalam sebuah penilitian ilmiah menunjukkan mengenai pengaruh dan penyembuhan sakit dengan shalat. Mereka mengakui bahwa pergi ke Gereja, Mesjid dan tempat ibadah lainnya dapat berkontribusi dalam memperpanjang umur seseorang yang melaksanakan shalatnya dengan teratur.
Hal tersebut di tas di dukung oleh penilitian ilmiah yang diterbitkan jurnal Psychology dan Health yang menegaskan bahwa Perempuan yang tidak melaksanakan shalat sama sekali lebih cepat tua dibandingkan dengan orang yang melakukan shalat. Mereka yang sering melaksanakan shalat, memiliki 20 % kematian yang lebih kecil di bandingkan dengan perempuan lain seusia mereka.
Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Albert Einstein College of Medicine meneliti dengan seksama apa yang terjadi jika para perempuan menunaikan shalat dengan teratur dan apa pula yang terjadi sehingga shalat memberikan rasa tenang kepeda mereka.
Para peniliti menemukan bahwa ritual keagamaan yang teratur, mampu membuat semacam jaringan sosial dalam sistem harian yang memainkan peran nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran fisik. Tampaknya, perempuan yang teratur dalam menunaikan shalat memiliki hidup yang lebih lama dibandingkan perempuan lainnya.
Profesor Lazer Hebal seorang ahli psikologi sekaligus pengawas dalam penilitian, berpendapat bahwa tidak mungkin menjelaskan bentuk perlindungan yang diberikan shalat kepada orang yang melaksanakannya dengan jelas dan sempurna, hanya dengan adanya faktor-faktor yang diharapkan, seperti dukungan kuat dari keluarga, pilihan gaya hidup, serta mengurangi merokok dan minuman berakohol saja, Namun ada sesuatu yang tidak dapat kita pahami dan kita sadari. Dengan demikian, pasti ada kemungkinan hadirnya faktor-faktor lain yang dapat menjelaskan hasil ini.
Apakah Anda Seorang yang Muslim Sudah Melaksanakan Shalat ?
Hal yang menarik perhatian dalam penilitian ini adalah bahwa shalat (ibadah) secara tidak islam yang ditunaikan dalam sekali satu minggu mampu mengurangi resiko penyakit serta membantu menstabilkan psikologis. Lalu bagaimana jika penilitian ini dilakukan kepada orang Islam (muslim) yang senantiasa melaksanakan shalat lima waktu ? hasilnya tentu lebih baik, namun kita umat muslim gagal melakukan penelitian ilmiah seperti Para peneliti di atas dan hanya menunggu orang lain untuk menelitinya. karena bagaimana kita mau meniliti melaksanakan shalat saja kita jarang.
Shalat secara Islami yang ditunaikan dalam lima waktu sehari semalam, berarti umat islam berada dalam kondisi bersih hampir sepanjang hari, senantiasa terhubung dengan sang pencipta, serta senantiasa khusyuk dan dalam pikiran yang murni dan sehat. Semua ini membantu menyembuhkan banyak penyakit mental, sebab shalat dapat membantu menstabilkan psikologis seseorang. Dengan demikian mari kita melaksanakan shalat supaya badan menjadi sehat dan Insyaallah jadi panjang umur. Amin..
Mohon Bantu Like Dan Share Artikel Ini dan Berikan Komentar Di bawah ini. Terima Kasih.
Dalam Islam orang yang meninggalkan shlat dianggap Kafir. Sementara itu, dalam kondisi tertentu seseorang dikatakan fasik atau pendosa, apabila meninggalkan Shalat dengan mudah (Melalaikan Shalat) namun tak sampai mengingkarinya. Timbul satu pertanyaan lagi benarkah para ilmuwan nonmuslim mengungkap rahasia-rahasia dan manfaat-manfaat dalam mendirikan shalat ?
Dalam sebuah penilitian ilmiah menunjukkan mengenai pengaruh dan penyembuhan sakit dengan shalat. Mereka mengakui bahwa pergi ke Gereja, Mesjid dan tempat ibadah lainnya dapat berkontribusi dalam memperpanjang umur seseorang yang melaksanakan shalatnya dengan teratur.
Hal tersebut di tas di dukung oleh penilitian ilmiah yang diterbitkan jurnal Psychology dan Health yang menegaskan bahwa Perempuan yang tidak melaksanakan shalat sama sekali lebih cepat tua dibandingkan dengan orang yang melakukan shalat. Mereka yang sering melaksanakan shalat, memiliki 20 % kematian yang lebih kecil di bandingkan dengan perempuan lain seusia mereka.
Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Albert Einstein College of Medicine meneliti dengan seksama apa yang terjadi jika para perempuan menunaikan shalat dengan teratur dan apa pula yang terjadi sehingga shalat memberikan rasa tenang kepeda mereka.
Para peniliti menemukan bahwa ritual keagamaan yang teratur, mampu membuat semacam jaringan sosial dalam sistem harian yang memainkan peran nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran fisik. Tampaknya, perempuan yang teratur dalam menunaikan shalat memiliki hidup yang lebih lama dibandingkan perempuan lainnya.
Profesor Lazer Hebal seorang ahli psikologi sekaligus pengawas dalam penilitian, berpendapat bahwa tidak mungkin menjelaskan bentuk perlindungan yang diberikan shalat kepada orang yang melaksanakannya dengan jelas dan sempurna, hanya dengan adanya faktor-faktor yang diharapkan, seperti dukungan kuat dari keluarga, pilihan gaya hidup, serta mengurangi merokok dan minuman berakohol saja, Namun ada sesuatu yang tidak dapat kita pahami dan kita sadari. Dengan demikian, pasti ada kemungkinan hadirnya faktor-faktor lain yang dapat menjelaskan hasil ini.
Apakah Anda Seorang yang Muslim Sudah Melaksanakan Shalat ?
Hal yang menarik perhatian dalam penilitian ini adalah bahwa shalat (ibadah) secara tidak islam yang ditunaikan dalam sekali satu minggu mampu mengurangi resiko penyakit serta membantu menstabilkan psikologis. Lalu bagaimana jika penilitian ini dilakukan kepada orang Islam (muslim) yang senantiasa melaksanakan shalat lima waktu ? hasilnya tentu lebih baik, namun kita umat muslim gagal melakukan penelitian ilmiah seperti Para peneliti di atas dan hanya menunggu orang lain untuk menelitinya. karena bagaimana kita mau meniliti melaksanakan shalat saja kita jarang.
Shalat secara Islami yang ditunaikan dalam lima waktu sehari semalam, berarti umat islam berada dalam kondisi bersih hampir sepanjang hari, senantiasa terhubung dengan sang pencipta, serta senantiasa khusyuk dan dalam pikiran yang murni dan sehat. Semua ini membantu menyembuhkan banyak penyakit mental, sebab shalat dapat membantu menstabilkan psikologis seseorang. Dengan demikian mari kita melaksanakan shalat supaya badan menjadi sehat dan Insyaallah jadi panjang umur. Amin..
Mohon Bantu Like Dan Share Artikel Ini dan Berikan Komentar Di bawah ini. Terima Kasih.
