Kisah Qarun dan Nabi Musa Lengkap
KISAH QARUN DAN NABI MUSA AS
Hai Para Orang Tua dan Anak-Anak Muslim-Muslimah dimanapun anda berada, Semoga Tetap Sehat, banyak Rezeki dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Terima Kasih Telah berkujung di Website atau Blog kami yang sederhana ini. kali ini Islam Sampai Mati akan membagikan atau menulis sebuah cerita atau kisah Islami yaitu Kisah Qarun dan Nabi Musa as. Siapakah sebenarnya Qarun ? dan bagaimana hubungannya dengan harta qarun yang pernah ada dengan zaman sekarang? Simak dan baca dengan baik Kisahnya dibawah ini. Semoga dapat memetik referensi, hikmah dan pesan yang terkandung di dalam cerita atau kisah Qarun dan Nabi Musa as. Berikut Kisahnya :
KISAH QARUN YANG SOMBONG, TAMAK DAN MURTAD
Sebagaimana dikisahkan dalarn Alquran surat Al-Qashash ayat 76-82 tentang seorang yang kaya raya, tetapi kemudian diadzab Allah SWT karena kesombongan pada hartanya.
Qarun adalah saudara dekat Nabi Musa, mereka masih saudara sepupu. Pada rnulanya Qarun adalah seorang yang miskin, namun sangat tekun beribadah. Nabi Musa sangat kagum padanya. melihat keadaannya yang miskin, Nabi Musa sangat kasihan dan prihatin, maka diberinya Qarun Ilmu kimia, sehingga ia rnerniliki keahlian dalam mengolah emas. Dengan kepandaiannya itulah akhirnya Qarun yang sebelumnya miskin menjadi sangat kaya raya.
Sayangnya, setelah kaya Qarun menjadi sombong dan lupa diri. Qarun tidak mau lagi mengeluarkan zakat bagi fakir miskin. Bahkan sebagai orang kaya, ia berlagak seperti seorang raja yang lengkap dengan pengawal dan pelayannya.
Qarun mernpunyai gudang-gudang berisi harta benda yang tak terbilang banyaknya. Setiap hari Qarun rnerneriksa gudangnya satu persatu diiringkan budak-budaknya yang masing-masing membawa beban berupa anak kunci yang tak terhitung jumlahnya.
"sungguh aku orang yang paling beruntung didunia ini. pada masa kini tak seorangpun dapat menyamai kekayaanku. Semua itu kudapat dari ilmu dan kepintaranku !" kata Qarun dengan sombong, ketika memamerkan kekayaannya di depan umum.
"Hai, Qarun Cari lah kekayaan sebanyak-banyaknya, tapi ingatlah hidupmu diakhirat nanti!" kata seorang sahabatnya mengingatkan.
"Ah, kalian ingin mengatakan Tuhan Allahmu itu ?" sahut Qarun sinis. "Mengapa semudah itu kalian dapat dibohongi oleh Musa? Ketahuilah Tuhan yang disiarkan oleh Musa itu cuma dongeng belaka. Di dunia ini hanya satu yang berkuasa, yaitu yang mulai Tuhan Raja Fir'aun! lkutlah seperti diriku. Aku hanya beriman kepada Tuhan Raja Fir'aun. itu sebabnya aku diberi surga, berupa kekayaan melimpah!"Qarun kemudian berlalu tanpa menghiraukan orang-orang yang menasihatinya.
Mendengar bahwa Qarun semakin ingkar, Nabi Musa datang menemuinya. Beliau disambut dengan ramah oleh Qarun.
"Selamat datang wahai saudaraku, anak pamanku !" sambut Qarun. "Apa kabarmu, wahai Musa? Berita apakah yang engkau bawa?" Sambung Qarun
"Ada yang ingin kutanyakan.yaitu tentang sikapmu akhir-akhir ini." Jawab Nabi Musa. engkau sudah tak beriman lagi kepada Allah, Engkau telah ingkar kepada Allah. Bahkan kini kau telah menyembah-nyembah Fir'aun ! Kau juga telah menyombongkan diri bahwa hartamu itu kau dapat karena imanmu kepada Fir'aun." Kata Nabi Musa as
"Ah itu hanya Fitnah keji dari orang-orang yang merasa iri dengan kekayaanku ! Percayalah hai Musa saudaraku. Aku masih tetap beriman dan menyembah kepada Allah ! " Elak Qarun
"Maha suci Allah jangan sekali-kali kau ingkar. Sesungguhnya Allah telah banyak menimpakan siksaan kepada orang-orang mendustakan-Nya". Kata Nabi Musa lagi.
Banyak sekali nasihat-nasihat yang diberikan Nabi Musa kepada Qarun sebelum Beliau pergi. Namun Qarun bersifat lain di bibir lain pula dihatinya, yang telah berjalan dan berpijak pada kemunafikan. "Sebenarnya Musa itulah yang menyombongkan diri, Dia mengaku-mengaku sebagai Nabi utusan Tuhan. Aku tahu maksudnya, dia hendak mencari kekuasaan dengan cara yang mudah !. Pada suatu saat nanti, pasti orang-orang disuruh untuk menyembah dirinya." Kata Qarun dalam hati.
Hari demi hari kelakuan Qarun semakin menggila. Ia menjadi lintah darat yang tak tanggung-tanggung. Tidak peduli miskin ataupun kaya, semua diperas dengan cara Qarun meminjamkan uang dengan bunga yang tinggi dan berlipat ganda. Barang siapa yang tidal melunasi hutang kepada Qarun akan disita semua barang milik yang menghutang seperti kebun, sawah dan ladang atau orang tersebut akan dijadikan budak jika tidak memiliki apa-apa.
Dengan sabar dan tiada bosannya Nabi Musa selalu menasehati Qarun. Namun Qarun tidak pernah menggubris sepupunya itu. Kesombongan dan kedurhakaannya semakin semakin hebat. Seringkali Qarun turun ke jalan untuk mengadakan pawai besar, memamerkan harta benda dan kekayaan serta kesenangan hidupnya. Dalam arak-arakan yang panjang itu ikut serta istri-istri, wanita peliharaan Qarun yang semuanya memekai perhiasan-perhiasan emas dan permata. Serta budak-budak yang berjumlah ratusan ikut dalam pawai tersebut.
Meskipun kecongkakan dan kemurtadan Qarun makin hari semakin tidak karuan, namun Nabi Musa masih terus tetap bersabar untuk selalu menasihati Qarun. Tapi lain dengan Qarun dia menganggap Nabi Musa iri kepadanya dan menganggap Nabi Musa sebagai duri dalam kehidupannya oelh karena itu Qarun berusaha dengan berbagai tipu muslihat untuk menjelek-jelekkan nama baik Nabi Musa as.
Pada suatu hari Qarun memanggil seorang wanita penghibur yang diberi upah besar agar wanita tersebut mengaku didepan umum, bahwa ia telah melakukan zina dengan Nabi Musa. Maka pada saat itu Qarun mengumpulkan orang-orang dari segala penjuru untuk mengikuti rapat besar. Dimana dikatakan oleh Qarun bahwa Nabi Musa akan berdakwah dan memberikan nasehat.
Ketika semuanya sudah berkumpul, dengan tidak tau maksud Qarun mulailah Nabu Musa memberikan Khotbah dan Nasihat-Nasihat. " Barang siapa mencuri akan dipotong tangannya !". "Dan barang siapa berzina hukumnya adalah Rajam !". Khotbah Nabi Musa as
Tiba-tiba Qarun maju ke depan memotong Khotbah Nabi Musa as. "Sekalipun engkau yang berbuat Nabi Musa ? ". Seru Qarun
"Ya . walapun saya yang berbuat hukum harus tetap berlaku dan dijalankan". Ujar Nabi Musa
" Hai Musa, jika begitu engkau harus dirajam atau dilempari batu. ada seorang wanita penghibur yang telah mengaku telah melakukan zina denganmu ". Kata Qarun dengan sombong dan liciknya.
Mendengar ucapan itu Nabi Musa berhenti dalam Khotbahnya. Beliau merasa seperti disambar petir. Beliau menyebut-nyebut nama Allah. Perempuan penghibur yang sudah dibayar sebelumnya dipanggil untuk maju oleh Qarun dan dihadapkan dengan Nabi Musa untuk bersaksi. Namun apa yang terjadi tidak seperti yang di inginkan oleh Qarun.
Didepan dan disaksikan oleh orang ramai perempuan itu berkata dengan jujur:
" Engkau bersih dan bebas dari apa yang Mereka tuduhkan kepadamu Nabi Musa. Seseungguhnya Qarun telah memberiku seribu dinar untuk melancarkan tuduhan keji dan fitnah ini kepadamu Nabi Musa. Meskipun selama ini perbuatanku kurang terpuji, tapi aku takut kepada Allah dan percaya kepada Nabinya sehingga aku tidak akan melakukan perbuatan sejahat itu."
Mendengar ucapan perempuan penghibur itu, seketika itu lemaslah tubuh Nabi Musa, beliau menangis dan berdo'a : " Ya Allah, jika benar aku ini Nabi-Mu maka tolonglah hamba-Mu ini".
Maka turunlah wahyu dari Allah SWT : "Hai Musa ! Kami telah jadikan bumi ini untuk tunduk kepada perintahmu, maka perintahkanlah sesukamu !"
Nabi Musa kemudian memperingatkan Qarun sekali lagi : " Bertobatlah dan minta ampun kepada Allah, sebab azab akan datang menimpamu wahai Qarun saudaraku !"
"Aku tidak percaya kepada Allah Tuhanmu ! Aku tidak takut dengan azab itu ! semu itu bohong ". Jawab Qarun dengan sengitnya.
Nabi Musa kemudian berseru lantang kepada kaumnya :" Barang siapa yang ingin bersama Qarun, tetaplah tinggal ditempatnya ! dan barang siapa ingin bersamaku, hendaklah meninggalkan tempat ini ".
Orang-orang yang beriman kepada Nabi Musa segera berbondong-bondong meninggalkan tempat itu. Sedangkan Qarun dan Para pengikutnya yang sedikit masih berdiri ditempat itu dengan sikap sombong dan angkuh.
" Dengan nama Allah, Hai bumi telanlah Qarun dan pengikutnya serta semua harta bendanya ! " Teriak Nabi Musa, dan kemudian menghentakkan tongkat mukzizatnya ketanah.
Tiba-tiba tanah membelah ditempat Qarun dan pengikutnya serta harta bendanya berada. Qarun dan pengikutnya terbenam kedalam tanah tersebut. Mula-mula sebatas lutut, pinggang, leher lalu seluruh tubuh hingga tidak nampak lagi, lenyap ditelan bumi. Bersamaan dengan itu, terbenam pula semua gedung, gudang dan harta benda milik Qarun ke dasar bumi.
Sampai sekarang apabila ada yang menemukan harta berupa emas atau permata serta barang berharga lainnya di dalam tanah atau bumi maka harta itu di sebut Harta Qarun.
KISAH QARUN YANG SOMBONG, TAMAK DAN MURTAD
Sebagaimana dikisahkan dalarn Alquran surat Al-Qashash ayat 76-82 tentang seorang yang kaya raya, tetapi kemudian diadzab Allah SWT karena kesombongan pada hartanya.
Qarun adalah saudara dekat Nabi Musa, mereka masih saudara sepupu. Pada rnulanya Qarun adalah seorang yang miskin, namun sangat tekun beribadah. Nabi Musa sangat kagum padanya. melihat keadaannya yang miskin, Nabi Musa sangat kasihan dan prihatin, maka diberinya Qarun Ilmu kimia, sehingga ia rnerniliki keahlian dalam mengolah emas. Dengan kepandaiannya itulah akhirnya Qarun yang sebelumnya miskin menjadi sangat kaya raya.
Sayangnya, setelah kaya Qarun menjadi sombong dan lupa diri. Qarun tidak mau lagi mengeluarkan zakat bagi fakir miskin. Bahkan sebagai orang kaya, ia berlagak seperti seorang raja yang lengkap dengan pengawal dan pelayannya.
Qarun mernpunyai gudang-gudang berisi harta benda yang tak terbilang banyaknya. Setiap hari Qarun rnerneriksa gudangnya satu persatu diiringkan budak-budaknya yang masing-masing membawa beban berupa anak kunci yang tak terhitung jumlahnya.
"sungguh aku orang yang paling beruntung didunia ini. pada masa kini tak seorangpun dapat menyamai kekayaanku. Semua itu kudapat dari ilmu dan kepintaranku !" kata Qarun dengan sombong, ketika memamerkan kekayaannya di depan umum.
"Hai, Qarun Cari lah kekayaan sebanyak-banyaknya, tapi ingatlah hidupmu diakhirat nanti!" kata seorang sahabatnya mengingatkan.
"Ah, kalian ingin mengatakan Tuhan Allahmu itu ?" sahut Qarun sinis. "Mengapa semudah itu kalian dapat dibohongi oleh Musa? Ketahuilah Tuhan yang disiarkan oleh Musa itu cuma dongeng belaka. Di dunia ini hanya satu yang berkuasa, yaitu yang mulai Tuhan Raja Fir'aun! lkutlah seperti diriku. Aku hanya beriman kepada Tuhan Raja Fir'aun. itu sebabnya aku diberi surga, berupa kekayaan melimpah!"Qarun kemudian berlalu tanpa menghiraukan orang-orang yang menasihatinya.
Mendengar bahwa Qarun semakin ingkar, Nabi Musa datang menemuinya. Beliau disambut dengan ramah oleh Qarun.
"Selamat datang wahai saudaraku, anak pamanku !" sambut Qarun. "Apa kabarmu, wahai Musa? Berita apakah yang engkau bawa?" Sambung Qarun
"Ada yang ingin kutanyakan.yaitu tentang sikapmu akhir-akhir ini." Jawab Nabi Musa. engkau sudah tak beriman lagi kepada Allah, Engkau telah ingkar kepada Allah. Bahkan kini kau telah menyembah-nyembah Fir'aun ! Kau juga telah menyombongkan diri bahwa hartamu itu kau dapat karena imanmu kepada Fir'aun." Kata Nabi Musa as
"Ah itu hanya Fitnah keji dari orang-orang yang merasa iri dengan kekayaanku ! Percayalah hai Musa saudaraku. Aku masih tetap beriman dan menyembah kepada Allah ! " Elak Qarun
"Maha suci Allah jangan sekali-kali kau ingkar. Sesungguhnya Allah telah banyak menimpakan siksaan kepada orang-orang mendustakan-Nya". Kata Nabi Musa lagi.
Banyak sekali nasihat-nasihat yang diberikan Nabi Musa kepada Qarun sebelum Beliau pergi. Namun Qarun bersifat lain di bibir lain pula dihatinya, yang telah berjalan dan berpijak pada kemunafikan. "Sebenarnya Musa itulah yang menyombongkan diri, Dia mengaku-mengaku sebagai Nabi utusan Tuhan. Aku tahu maksudnya, dia hendak mencari kekuasaan dengan cara yang mudah !. Pada suatu saat nanti, pasti orang-orang disuruh untuk menyembah dirinya." Kata Qarun dalam hati.
Hari demi hari kelakuan Qarun semakin menggila. Ia menjadi lintah darat yang tak tanggung-tanggung. Tidak peduli miskin ataupun kaya, semua diperas dengan cara Qarun meminjamkan uang dengan bunga yang tinggi dan berlipat ganda. Barang siapa yang tidal melunasi hutang kepada Qarun akan disita semua barang milik yang menghutang seperti kebun, sawah dan ladang atau orang tersebut akan dijadikan budak jika tidak memiliki apa-apa.
Dengan sabar dan tiada bosannya Nabi Musa selalu menasehati Qarun. Namun Qarun tidak pernah menggubris sepupunya itu. Kesombongan dan kedurhakaannya semakin semakin hebat. Seringkali Qarun turun ke jalan untuk mengadakan pawai besar, memamerkan harta benda dan kekayaan serta kesenangan hidupnya. Dalam arak-arakan yang panjang itu ikut serta istri-istri, wanita peliharaan Qarun yang semuanya memekai perhiasan-perhiasan emas dan permata. Serta budak-budak yang berjumlah ratusan ikut dalam pawai tersebut.
Meskipun kecongkakan dan kemurtadan Qarun makin hari semakin tidak karuan, namun Nabi Musa masih terus tetap bersabar untuk selalu menasihati Qarun. Tapi lain dengan Qarun dia menganggap Nabi Musa iri kepadanya dan menganggap Nabi Musa sebagai duri dalam kehidupannya oelh karena itu Qarun berusaha dengan berbagai tipu muslihat untuk menjelek-jelekkan nama baik Nabi Musa as.
Pada suatu hari Qarun memanggil seorang wanita penghibur yang diberi upah besar agar wanita tersebut mengaku didepan umum, bahwa ia telah melakukan zina dengan Nabi Musa. Maka pada saat itu Qarun mengumpulkan orang-orang dari segala penjuru untuk mengikuti rapat besar. Dimana dikatakan oleh Qarun bahwa Nabi Musa akan berdakwah dan memberikan nasehat.
Ketika semuanya sudah berkumpul, dengan tidak tau maksud Qarun mulailah Nabu Musa memberikan Khotbah dan Nasihat-Nasihat. " Barang siapa mencuri akan dipotong tangannya !". "Dan barang siapa berzina hukumnya adalah Rajam !". Khotbah Nabi Musa as
Tiba-tiba Qarun maju ke depan memotong Khotbah Nabi Musa as. "Sekalipun engkau yang berbuat Nabi Musa ? ". Seru Qarun
"Ya . walapun saya yang berbuat hukum harus tetap berlaku dan dijalankan". Ujar Nabi Musa
" Hai Musa, jika begitu engkau harus dirajam atau dilempari batu. ada seorang wanita penghibur yang telah mengaku telah melakukan zina denganmu ". Kata Qarun dengan sombong dan liciknya.
Mendengar ucapan itu Nabi Musa berhenti dalam Khotbahnya. Beliau merasa seperti disambar petir. Beliau menyebut-nyebut nama Allah. Perempuan penghibur yang sudah dibayar sebelumnya dipanggil untuk maju oleh Qarun dan dihadapkan dengan Nabi Musa untuk bersaksi. Namun apa yang terjadi tidak seperti yang di inginkan oleh Qarun.
Didepan dan disaksikan oleh orang ramai perempuan itu berkata dengan jujur:
" Engkau bersih dan bebas dari apa yang Mereka tuduhkan kepadamu Nabi Musa. Seseungguhnya Qarun telah memberiku seribu dinar untuk melancarkan tuduhan keji dan fitnah ini kepadamu Nabi Musa. Meskipun selama ini perbuatanku kurang terpuji, tapi aku takut kepada Allah dan percaya kepada Nabinya sehingga aku tidak akan melakukan perbuatan sejahat itu."
Mendengar ucapan perempuan penghibur itu, seketika itu lemaslah tubuh Nabi Musa, beliau menangis dan berdo'a : " Ya Allah, jika benar aku ini Nabi-Mu maka tolonglah hamba-Mu ini".
Maka turunlah wahyu dari Allah SWT : "Hai Musa ! Kami telah jadikan bumi ini untuk tunduk kepada perintahmu, maka perintahkanlah sesukamu !"
Nabi Musa kemudian memperingatkan Qarun sekali lagi : " Bertobatlah dan minta ampun kepada Allah, sebab azab akan datang menimpamu wahai Qarun saudaraku !"
"Aku tidak percaya kepada Allah Tuhanmu ! Aku tidak takut dengan azab itu ! semu itu bohong ". Jawab Qarun dengan sengitnya.
Nabi Musa kemudian berseru lantang kepada kaumnya :" Barang siapa yang ingin bersama Qarun, tetaplah tinggal ditempatnya ! dan barang siapa ingin bersamaku, hendaklah meninggalkan tempat ini ".
Orang-orang yang beriman kepada Nabi Musa segera berbondong-bondong meninggalkan tempat itu. Sedangkan Qarun dan Para pengikutnya yang sedikit masih berdiri ditempat itu dengan sikap sombong dan angkuh.
" Dengan nama Allah, Hai bumi telanlah Qarun dan pengikutnya serta semua harta bendanya ! " Teriak Nabi Musa, dan kemudian menghentakkan tongkat mukzizatnya ketanah.
Tiba-tiba tanah membelah ditempat Qarun dan pengikutnya serta harta bendanya berada. Qarun dan pengikutnya terbenam kedalam tanah tersebut. Mula-mula sebatas lutut, pinggang, leher lalu seluruh tubuh hingga tidak nampak lagi, lenyap ditelan bumi. Bersamaan dengan itu, terbenam pula semua gedung, gudang dan harta benda milik Qarun ke dasar bumi.
Sampai sekarang apabila ada yang menemukan harta berupa emas atau permata serta barang berharga lainnya di dalam tanah atau bumi maka harta itu di sebut Harta Qarun.
Demikian Cerita atau Kisah tentang qarun seorang yang tamak, sombong dan murtad. Semoga Cerita dalam kisah ini menjadi Pelajaran Bagi Kita Semua untuk tidak pernah berbuat seperti qarun.
Pernahkah anda melihat atau mempunyai harta qarun?
Bagaimana cara mendapatkan bukti bahwa harta qarun yang tersimpan di perut bumi benar adanya ?
Baca Cerita dan Kisah Islami untuk Anak muslim yang lainnya di Website atau Blog Islam Sampai Mati. Sukai, Bagikan Artikel dan Ceritakan kembali kepada anak-anak kita dan ke teman-teman muslim lainnya supaya bisa memetik pesan yang terkandung dalam cerita atau kisah ini.
Mudah-mudahan Kita semua mendapatkan Rezeki dan Pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Amin.
BACA JUGA KISAH ATAU CERITA ISLAMI LAINNYA KLIK >>DISINI
Ikuti Via Facebook Like Fans Page Facebook : Islam Sampai Mati
Sebelumnya >>>>> Seorang Pemimpin Harus Menegakkan Hukum dengan Adil
Selanjutnya >>>>> Kisah Nabi Isa as, seorang yang Arif dan Bijaksana
