-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tata Cara Shalat yang di anjurkan atau yang benar

Tata cara melaksanakan shalat, cara mengerjakan shalat, cara mengerjakan shalat lengkap, Tata cara shalat, Tata Cara Pelaksanaan shalat, Shalat, sembahyang, Tata cara shalat lengkap, tata cara shalat terlengkap, tata cara shalat yang benar, tata cara Pelaksanaan shalat yan benar, cara pelaksanaan shalat, cara pelaksanaan shalat yang benar secara islam, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020 tata cara sembahyang, cara sembahyang, cara shalat yang di anjurkan, cara shalat yang lengkap, tentang shalat terlengkap, tentang shalat lengkap, shalat lengkap, shalat untuk lelaki, shalat untuk wanita, cara shalat untuk lelaki lengkap, cara shalat untuk wanita lengkap.

TATA CARA PELAKSANAAN SHALAT

Tata Cara Shalat yang di anjurkan atau yang benar

Cara Mengerjakan Shalat Bagi Laki-laki

A. Berdiri tegak menghadap kiblat dengan niat mengerjakan shalat. Niat shalat menurut shalat yang akan  dikerjakan, baik shalat fardhu maupun shalat sunat, misalnya shalat zhuhur dan sebagainya. Lihat gambar dibawah. Bacaan niat shalat fardhu atau wajib dapat di baca klik Disini
Tata Cara Shalat yang di anjurkan atau yang benar


B. Lalu mengangkat kedua bellah tangan serta membaca “ALLAAHU AKBAR“(takbiratul ihram). Dalam hati diniatkan untuk melaksanakan shalat  dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.
Tata Cara Shalat

C. Setelah takbiratul ihram dilanjutkan dengan meletakkan telapak tangan kanan diatas tangan kiri, lalu membaca doa iftitah.

Tata Cara Shalat


C.1. Doa Iftitah : 

Tata Cara Shalat

ALLAAHU AKBARU KABIIRAW WAL HAMDU LILLAAHI KATSIRAW WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WA ASHIILAA. INNI WAJJAAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARASSAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WA MAA ANA MINAL MUSYRIKIIN. INNA SHALAATII WWANUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATI LILLAAHI RABBIL ‚AALAMIIN. LAA SYARIIKKALAHU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIN.

Artinya :
“Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji bagi Allah dan Maha Suci Allah pagi dan sore. kkKuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumidengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semua hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan orang muslim"

C.2. Kemudian membaca surat al-fatihah yang diawali dengan bacaan ta‘awwudz

Tata Cara Shalat

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM. AL HAMDU LIL LAAHI RABBIL ‘AALAMIIN. AR RAHMAANIR RAHIIM. MAALIKI YAUMIDDIIN. IYYAAKANA’BUDU WA IYYAAKA NASTA’IIN. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM. SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WA LAADH DHAALLIIN. AAMIIN.

Artinya :
”Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Mahha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau (pula) kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahinikmat kepada mereka bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Seemoga Allah mengabulkan permohonan kami.

C3. Dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek,misalnya surat al-ikhlas

Tata Cara Shalat

D. Setelah bacaan surat pendek selesai, kedua tangan diangkat kembali sampai sejajar dengan bahu, sementara ujung jari-jari sejajar telinga. Jari tangan dirapatkan, selain ibu jari, diikuti dengan bacaan takbir.“ ALLAAHU AKBAR“

Tata Cara Shalat yang di anjurkan atau yang benar


E. Rukuk, dengan posisi badan membungkuk, kedua tangan memegang lutut dengan siku direnggangkan sampai posisi badan membentuk sudut siku-siku. Antara punggung dan kepala supaya rata.


Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut :









SUBHAANA RABBIYAL‘AZHIIMII WA BIII HAMDIH (3X)
Artinya :“Maha suci Allah yang Maha agung serta aku memuji-Nya“


F. Selesai rukuk, dan membaca tasbih, kepala diangkat dan jari-jari tangan berada sejajar dengan telinga.

Lalu Mengucapkan :







SAMI’ALLAAHU LI MAN HAMIDAH
Artinya:“ Allah mendengar orang yang memuji-Nya“

G. I’tidal yaitu berdiri tegak seperti akan memulai takbiratul ihram dengan posisi kedua tangan sejajar dengan pinggul. Anggota badan didiamkan sejenak.


Diteruskan dengan membaca :



RABBANAA LAKAL HAMDU MIL USSAMAAWAATI WAMIL UL ARDHI WAMIL-U MAASYI-TA MIN SYAI-IN BA’DU
Artinya :“ Ya Allah tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Engkau kehendaki sesudah itu“


H. Sujud :
Setelah i’tidal terus sujud. Dimana kedua lutut, telapak tangan, dahi, dan hidung menempel pada sajadah. Telapak kaki berdiri diatas jari-jari kaki. Ketika turun hendak sujud membaca : ALLAAHU AKBAR Artinya ;“allah Maha besar“

Ketika sujud membaca:








SUBHAANA RABBIYAL’ALAA WABI HAMDIH (3X)
Artinya:“ Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-nya“

I. Duduk antara dua sujud.
Setelah sujud kemudian duduk diantara dua sujud dengan posisi duduk diatas mata kaki kiri, telapak kaki kanan ditegakkan. Kedua tangan diletakkan diatas paha dalam keadaan terbuka, jari-jari rapat, sejajar dengan lutut. Pandangan lurus ke tempat sujud, serta membaca : ALLAAHU AKBAR. Artinya :” allah Maha Besar”

Dan diteruskan dengan membaca :



RABBIGHFIRLI WARHAMNII WAJBURNI WARFA’NI WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU’ANNI
Artinya :” Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukuplkanlah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan berilah rezeki kepadaku dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku”

J. Kemudian dilakukan sujud yang kedua yang caranya sama seperti sujud pertama seperti diatas, diikuti dengan bacaan : ALLAAHU AKBAR. Artinya : “Allah Maha Besar” dan membaca seperti sujud di atas.

K. Sujud kedua selesai dilakukan, kemudian berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua diikuti dengan bacaan takbir. ALLAAHU AKBAR.Artinya :”allah maha Besar” Caranya melakukan dan bacaan sama. Lihat kembali dari C sampai J Kecuali C.1 diatas. tetapi tidak mebaca doa Iftitah lagi langsung membaca surat alfatihah dan dilanjutkan surat pendek lainnya.




I. Duduk tasyahud/tahiyat awal.
Setelah Sampai kembali Pada Sujud (Lihat J) Kalau shalat kita tiga rakaat atau empat rakaat, maka pada rakaat kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud/tahiyat awal, duduk dengan kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki.

Bacaan tasahud/tahiyat awal adalah :



ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAATUTH THAYYIBAATU LILLAAH. ASSALAAMU’ALAIKA AYYUHAN NABIYYYU WARAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMU’ALAINAA WA ‘ALAA’IBAADILLAAHISH SHAALIHIIN. ASYHADU AL LAA ILAAHA ILLALLAAH,WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH. ALLAAAHUMMA SHALLI’ ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

Artinya : ”Segala kehormatan, keberkahan,kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadaMu wahai nabi Muhammad. Salam, keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada nabi Muhammad.”

Saat mengucapkan” ILLALLAAAAAH” jari telunjuk dengan posisi menunjuk.

M. Tasyahud awal selesai dibaca kemudian bangun kembali untuk mengerjakan rakaat ketiga dengan posisi badan sama seperti pada saat mengerjakan takbiratul ihram diikuti dengan membaca “ ALLAAHU AKBAR”

N. Berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat ketiga.
Caranya melakukan dan bacaan sama. Lihat kembali dari C sampai J Kecuali C.1 diatas. tetapi tidak mebaca doa Iftitah lagi langsung membaca surat alfatihah dan dilanjutkan surat pendek lainnya.

O. Tasyahud akhir/tahiyat akhir
Posisi duduk pada tasyahud akhir adalah telapak kaki kiri dikeluarkan ke sebelah kanan sehingga dibawah kaki kanan. Telapak tangan diatas kedua paha, kemudian membaca lafaz tasyahud akhir seperti tasyahud awal Lihat ( I ) Setelah selesai membaca seperti ( I ) ditambah dengan shalawat atas keluarga nabi Muhammad yaitu :









WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD
Artinya :”Ya allah, limpahkanlah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad”

Bacaan tasyahud/tahiyat akhir dilanjutkan dengan membaca shalawat Ibrahimiyah, sbb :




KAMAA SHALLAITA’ALAA SAYYIIDINAA IBRAAHIIM, WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM,WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD,WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAHIM. FIL’AALAMIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID.

Artinya : “sebagaimana Engkau pernah beri rahmat kepada nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau member berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, diseluruh alam semesta, Engkaulah yang terpuji dan maha mulia”

P. Salam
Selesai tasyahud akhir kemudian salam dengan menengok ke kanan dan kekiri

Dengan membaca :
ASSALAAMU’ALAIKUM WA RAHMATULLAAH
Artinya :“ keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu semua“

Keterangan :
Waktu membaca salam yang pertama, muka kita menengok kekanan, dan waktu membaca salam kedua, muka kita menengok kekiri.

Dengan salam ini maka berakhirlah shalat.

Demikian Tentang cara shalat Lengkap. Di atas adalah cara shalat bagi laki-laki. Bagaimana dengan perbedaannya dengan Perempuan? selanjutnya akan di bahas tentang Cara Shalat bagi Perempuan

Sebelumnya >>>>> Niat Shalat Fardhu Lima waktu
Selanjutnya >>>>> Cara Shalat Bagi Wanita